Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Saya Ini Artis Bukan Bomb Sex !


Aktris Andi Soraya mengaku apa yang dilakukannya dalam film ini merupakan tindakannya yang profesional sebagai artis. Untuk itu dia mendapatkan bayaran yang besar.

"Memang saya di film ini dibayar besar banget. Tetapi saya dibayat besar bukan untuk seperti boomseks," jelasnya saat dihubungi wartawan di Jakarta.

Akan tetapi dia dibayar karena keartisannya yang sudah sangat diperhitungkan dan dia bukanlah artis karbitan, "Saya sudah 15 tahun di entertainment. Karena saya layak mendapatkan bayaran segitu bukan karena buka BH saya dibayar tinggi," terangnya.

Andi sendiri mengaku siap, jika ada orang yang menawarkan kepadanya peran sebagai gelandangan atau ibu-ibu tua. "Saya masih bisa kok, saya kan artis. Bukan boomseks," ujarnya.

Diketahui, Lembaga Sensor Film (LSF) berencana menarik film Hantu Puncak Datang Bulan dari peredaran. Hal ini disebabkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta film tersebut agar tidak diedarkan di bioskop.

MUI menilai film ini sangat sarat dengan nuansa pornografi dan klenik. Sebagaimana yang ditampilkan tiga aktris di dalam film tersebut, yaitu Andi Soraya, Tessa Mariska, dan Lia 'Trio Macan'.

Filmnya Dicekal MUI, Andi Soraya Masa Bodoh
Andi Soraya beradegan ranjang dan topless (telanjang dada) di film Hantu Puncak Datang Bulan. Film tersebut dilarang tayang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Andi bersikap masa bodoh.

"Sebelumnya kita sudah pernah omongin bareng soal film ini. Kalau Aya (panggilan Andi) kan superwoman. Dia sih masa bodoh, enggak mau tahu (ada pencekalan). Ya orang tahu lah dia seperti apa," tutur kekasih Aya, Ferly Putra yang dihubungi okezone.

MUI melalui sekretaris Ikhwan Syam melarag masyarakat menonton film yang berisi adegan ranjang Andi dan Ferly itu. Tak hanya beradegan intim, Andi juga terlihat polos tak mengenakan bra.

MUI menyesalkan mengapa film yang bakal dirilis di bioskop pada 4 Februari itu bisa lolos Lembaga Sensor Film (LSF). LSF menanggapi serius kritik dari MUI. Mereka akan menarik film Hantu Puncak Datang Bulan dari peredaran.

Berbeda dengan Aya yang cuek, Ferly kecewa dengan adanya pencekalan tersebut. Walau kecewa dan memprotes imbauan MUI, Ferly hanya bisa pasrah.

"Gue sih mengikuti prosedur saja. Setiap lembaga punya tugas masing-masing. Sayang banget kalau belum nonton filmnya, sudah diboikot begini," jelasnya. (ang/okezone)

Kontroversi film Hantu Puncak Datang Bulan terus bergulir. Film komedi horor ini akhirnya ditarik dari bioskop sampai batas yang belum ditentukan. K2K Production sebagai pembuat film ini pun terancam kerugian ratusan juta. Sementara Andi Soraya bintang utama film itu, ikut kena 'bagian', ia ikut 'dicaci-maki' karena mau saja beradegan 'aduhay' . Bahkan ada yang menyamakan dirinya dengan Miyabi, artis film porno Jepang. Lalu apa kata Andi Soraya?
Andi Soraya: Saya Artis, Bukan Boomseks!
Aktris Andi Soraya mengaku apa yang dilakukannya dalam film ini merupakan tindakannya yang profesional sebagai artis. Untuk itu dia mendapatkan bayaran yang besar.

"Memang saya di film ini dibayar besar banget. Tetapi saya dibayat besar bukan untuk seperti boomseks," jelasnya saat dihubungi wartawan di Jakarta.

Akan tetapi dia dibayar karena keartisannya yang sudah sangat diperhitungkan dan dia bukanlah artis karbitan, "Saya sudah 15 tahun di entertainment. Karena saya layak mendapatkan bayaran segitu bukan karena buka BH saya dibayar tinggi," terangnya.

Andi sendiri mengaku siap, jika ada orang yang menawarkan kepadanya peran sebagai gelandangan atau ibu-ibu tua. "Saya masih bisa kok, saya kan artis. Bukan boomseks," ujarnya.

Diketahui, Lembaga Sensor Film (LSF) berencana menarik film Hantu Puncak Datang Bulan dari peredaran. Hal ini disebabkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta film tersebut agar tidak diedarkan di bioskop.

MUI menilai film ini sangat sarat dengan nuansa pornografi dan klenik. Sebagaimana yang ditampilkan tiga aktris di dalam film tersebut, yaitu Andi Soraya, Tessa Mariska, dan Lia 'Trio Macan'. (uky/okezone)

Filmnya Dicekal MUI, Andi Soraya Masa Bodoh
Andi Soraya beradegan ranjang dan topless (telanjang dada) di film Hantu Puncak Datang Bulan. Film tersebut dilarang tayang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Andi bersikap masa bodoh.

"Sebelumnya kita sudah pernah omongin bareng soal film ini. Kalau Aya (panggilan Andi) kan superwoman. Dia sih masa bodoh, enggak mau tahu (ada pencekalan). Ya orang tahu lah dia seperti apa," tutur kekasih Aya, Ferly Putra yang dihubungi okezone.

MUI melalui sekretaris Ikhwan Syam melarag masyarakat menonton film yang berisi adegan ranjang Andi dan Ferly itu. Tak hanya beradegan intim, Andi juga terlihat polos tak mengenakan bra.

MUI menyesalkan mengapa film yang bakal dirilis di bioskop pada 4 Februari itu bisa lolos Lembaga Sensor Film (LSF). LSF menanggapi serius kritik dari MUI. Mereka akan menarik film Hantu Puncak Datang Bulan dari peredaran.

Berbeda dengan Aya yang cuek, Ferly kecewa dengan adanya pencekalan tersebut. Walau kecewa dan memprotes imbauan MUI, Ferly hanya bisa pasrah.

"Gue sih mengikuti prosedur saja. Setiap lembaga punya tugas masing-masing. Sayang banget kalau belum nonton filmnya, sudah diboikot begini," jelasnya. (ang/okezone)
Share |
"Just for Laughs - Tertawalah Dengan Sepuasnya Sebelum Dilarang !"