
Kepolisian Rusia dipermalukan akibat mobil putri seorang berpengaruh dengan kecepatan tinggi menabrak dua orang wanita. Kejadian itu terekam CCTV dan dimuat di YouTube.
Jejak video CCTV mengerikan muncul dan meninggalkan keyakinan bahwa putri salah seorang petugas Anna Shavenkova bersalah atas tindakan mengemudi tidak bertanggung jawab dan menyebabkan kematian.
Polisi di kota Siberia Irkutsk belum menindaklanjuti berkas kasus tesebut selama hampir tiga bulan setelah kejadian.
Kritik yang mengemuka bahwa polisi enggan keras pada wanita berusia 28 tahun Shavenkova karena dia adalah konsultan partai pemerintah Rusia Kremlin Bersatu. Sementara ibunya Ludmila adalah kepala komisi pemilihan umum lokal.
Rusia saat sebelumnya bernama Uni Soviet memiliki tradisi buruk menutupi kejadian yang melibatkan petugasnya atau keturunannya.
Polisi hanya menjanjikan untuk mengumumkan tuntutan pada Rabu (24/02) setelah banyak keluhan publik di internet. Insiden itu terjadi pada 2 Desember, dan telah diposting di YouTube dan mengumpulkan puluhan ribu hit yang mendorong tersulutnya kemarahan publik.
Jejak video menunjukkan bahwa sebuah Toyota Corolla putih secara tiba-tiba mengganti arah dan menabrak dua orang wanita yang berjalan di sepanjang jalan aspal di tengah Irkutsk.
Mobil tersebut melaju dalam kecepatan tinggi dan melempar dua pejalan kaki tersebut ke dinding sebelum jatuh kembali ke jalan. Pengemudi tersebut Shavenkova terlihat keluar mobil, memeriksa mobilnya sendiri untuk melihat kerusakan yang terjadi dan menelpon dengan ponselnya namun bukan untuk memanggil ambulan.
Dia tidak sedikit pun melirik ke arah korban yang baru saja ditabraknya. Dua orang wanita tersebut adalah bersaudara dan berjalan dari pasar lokal. Salah satunya berusia 34 tahun bernama Elena Pyatkova meninggal di rumah sakit, sementara lainnya 27 tahun Yulia Pyatkova akan cacat seumur hidupnya. (dailymail.co.uk)









